Apakah Warga Desa Sereh Wangi Sudah Mengamalkan Sila Ketiga Pancasila

Apakah warga Desa Sereh Wangi sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jelaskan! Meskipun kamu bukan warga Desa Sereh Wangi, hal apa yang kamu lakukan melihat kondisi Nenek Ijah? Jelaskan alasanmu! Pembahasan kunci jawaban tema 4 kelas 4 SD/MI di buku tematik halaman 121, tepatnya pada materi pembelajaran 4 subtema 3 Pekerjaan Orang Tuaku.

Apakah Warga Desa Sereh Wangi Sudah Mengamalkan Sila Ketiga Pancasila

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal tentang peta pikiran teks pentingnya budaya tegur sapa. Sudah mengerjakannya kan? Jika belum silahkan lihat jawabannya pada link tersebut!

Ayo Membaca!

Pentingnya Budaya Tegur Sapa

Senangnya tinggal di Desa Sereh Wangi. Kedekatan hubungan antarwarga membuat mereka saling menjaga. Tidak semua warga Desa Sereh Wangi merupakan penduduk asli. Sebagian warga merupakan pendatang, mereka masuk ketika kampung ini dibuka sebagai wilayah transmigrasi. Walau demikian, perbedaan asal usul tidak merenggangkan kedekatan mereka.

Kedekatan antarwarga dimulai dengan kebiasaan saling tegur sapa. Ketika berpapasan di lorong antarrumah, di jalan, atau di pasar tak pernah terlewat untuk saling menegur. Sekadar mengucap “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore” sampai bertukar kab ar atau berbincang sejenak. Semua saling kenal, semua saling peduli.

Di ujung jalan, tinggal Nenek Ijah seorang diri. Ia penghuni tertua di sini. Walau begitu ia masih mandiri melakukan kesibukan di rumahnya. Kadang ia terlihat menyapu pelan daun-daun di halaman rumah. Lain waktu ia duduk beristirahat di beranda. Pak Tulus, sang kepala desa, rajin menyapa Nenek Ijah. Pagi hari, sambil berangkat kerja, ia kerap mampir untuk sekedar mengantarkan ubi atau singkong rebus. Sore hari ia lewat lagi seraya melambai pada Nenek Ijah yang duduk di beranda.

Pada suatu pagi, Pak Tulus tidak menjumpai Nenek Ijah di halamannya. Sore harinya beranda rumah nenek Ijah masih tetap sepi. Pak Tulus menyempatkan untuk singgah. Pak Tulus mengetuk pintu, tetapi tak dijawab. Pak Tulus membuka pintu dan melangkah masuk.

Betapa terkejut beliau menjumpai Nenek Ijah terkulai lemas di depan ruang tengahnya. Diraba dahinya, terasa agak hangat. Rupanya Nenek Ijah sakit. Pak Tulus menyesal tidak menyempatkan mampir tadi pagi namun, belum terlambat. Pak Tulus mengajak beberapa warga membawa Nenek Ijah ke dokter terdekat.

Pak Tulus mengatur jadwal warga yang akan bergantian menjaga Nenek Ijah sampai pulih. Tidak ada warga yang menolak. Semua sukarela membantu. Mereka tahu, kelak suatu ketika mereka dalam kesulitan, pasti akan dibantu. Budaya tegur sapa menjadi perekat warga. Budaya tegur sapa membangun kepedulian terhadap sesama.

Ayo Berdiskusi!

Apakah warga Desa Sereh Wangi sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jelaskan!

Jawanan: Warga Kampung Sereh Wangi sudah mengamalkan sila ketiga dari Pancasila.

Lihat juga pembahasan soalnya berikut ini:

Berdasarkan cerita di atas, tulislah hal-hal baik yang bisa dicontoh dari Pak Tulus! Jawaban baca DISINI.

Berdasarkan cerita di atas, tulislah hal-hal baik yang bisa dicontoh dari warga Desa Sereh Wangi! Jawaban baca DISINI.

Berdasarkan cerita di atas, tulislah hal-hal baik yang bisa dicontoh dari warga Desa Sereh Wangi! Jawaban baca DISINI.

Apakah Pak Tulus sudah mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jelaskan! Jawaban baca DISINI.

Meskipun kamu bukan warga Desa Sereh Wangi, hal apa yang kamu lakukan melihat kondisi Nenek Ijah? Jelaskan alasanmu! Jawaban baca DISINI.

Sikap-sikap baik apa yang bisa kamu contoh dari warga Desa Sereh Wangi?
Dalam kehidupan sehari-hari, apa lagi yang bisa kamu lakukan untuk mengamalkan sila ketiga Pancasila? Jawaban baca DISINI.

Demikian pembahasan kunci jawaban soal tema 4 kelas 4 SD halaman 120. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kalian. Kerjakan juga soal lain pada materi pembelajaran 4 subtema 3 Pekerjaan Orang Tuaku. Terimakasih, selamat belajar!