Mengapa Bentuk Perlawanan Terhadap Belanda Mengalami Kegagalan

Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan? pembahasan kunci jawaban tema 7 kelas 5 halaman 46. Tepatnya pada materi pembelajaran 4 subtema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan di buku tematik siswa.

Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal pembelajaran 3 tentang Sikap dan perilakumu yang telah menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan ras dan suku bangsa di buku tematik siswa.

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 Halaman 46

Ayo Berlatih

1. Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan?

Jawaban : Berikut beberapa faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah yaitu perlawanan tidak dilakukan secara serentak, perjuangan bersifat kedaerahan, masih bergantung pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti), kalah dalam persenjataan, dan Belanda menerapkan politik adu domba.

2. Bagaimanakah perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar?

Jawaban : Simak penjelasan lengkap DISINI

Masa Awal Pergerakan Nasional
(Tahun 1900-an)

Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP). Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo.

Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta. Mereka sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”.

Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Masa Awal Radikal
(Tahun 1920-1927-an)

Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas nonkooperatif/tidak mau bekerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI).

Masa Moderat
(Tahun 1930-an)

Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi).

Selain organisasi-organisasi di atas, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada masa itu, antara lain: Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik.

Demikian pembahasan kunci jawaban soal tema 7 kelas 5 SD halaman 46 secara lengkap. Kerjakan juga soal lain pada pembelajaran 4 subtema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan di buku tematik siswa. Semoga bermanfaat! Lihat soal lainnya di kolom pencarian: