7 Teknik Pengolahan Makanan Internasional dan Penjelasannya

Teknik Pengolahan Makanan Internasional dan Penjelasannya – Pada pembahasan sebelumnya dijelaskan bahwa pengertian dan karakteristik masakan internasional dibagi menjadi 2, yaitu masakan kontinental dan makanan oriental.

Kedua jenis makanan ini memiliki perbedaan, berupa susunan makanan, teknik pengolahan, dan tata cara penyajiannya. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai teknik pengolahan makanan internasional.

Teknik Pengolahan Makanan Internasional

Pengolahan makanan adalah sebuah proses penerapan panas pada bahan makanan untuk tujuan tertentu agar makanan menjadi masak. Pengolahan makanan internasional adalah mengolah/memasak dengan bahan, teknik, penyajian dan menu berasal dari negara-negara di dunia.

Ada beberapa teknik yang diperlukan untuk mengolah makanan agar dihasilkan suatu produk makanan dengan citarasa yang sesuai dengan harapan. Cara pengolahan makanan internasional sangat banyak, berikut ini 7 diantaranya :

1. Menggoreng (frying)

Frying adalah teknik memasak bahan makanan dalam minyak panas supaya bahan makanan menjadi masak, kering dan berwarna kecoklatan. Ada dua cara menggoreng, yaitu :

1) Deep frying yaitu menggoreng dalam minyak goreng yang banyak dan panas dengan menggunakan penggoreng yang berdasar tebal atau wajan logam atau deep fryer.

2) Pan frying yaitu menggoreng dengan margarin, lemak atau mentega yang cukup untuk melumuri dasar penggorengan saja. Menggoreng dengan cara ini dapat dilakukan di atas kompor dengan menggunakan panci dadar (griller) atau di dalam oven dengan menggunakan loyang.

2. Mengukus (steaming)

Steamingialah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Mengukus dilakukan dalam panci pengukus yang terdiri dari dua buah panci yang disusun. Panci bawah berisi air pengukus, sedangkan yang di atas tempat makanan yang dikukus dasarnya berlubang-lubang. Kebaikan dari mengukus dibandingkan dengan merebus adalah :

  1. Zat-zat makanan tidak banyak yang hilang karena tidak larut ke dalam air;
  2. Umumnya makanan lebih sedap dan harum;
  3. Kemungkinan hangus hampir tidak ada.

Keburukannya adalah waktu dan bahan bakar yang digunakan lebih lama.

3. Merebus (boiling)

Boiling yaitu memasak bahan makanan dalam zat cair pada suhu 100 celcius. Merebus dapat dalam air, susu, kaldu atau anggur. Pada waktu merebus supaya tidak banyak zat-zat makanan yang hilang, perhatikan halhal berikut :

  • Gunakan air secukupnya agar ketika makanan itu masak
  • Masukkan bahan makanan setelah air mendidih kemudian tutuplah panci.
  • Angkatlah segera dari api setelah makanan matang.
  • Jika masih ada sisa air perebus, gunakan untuk membuat makanan yang lain

4. Menumis (sauting) ialah memasak bahan makanan dalam sedikit margarin, mentega atau minyak, supaya lebih harum dan sedap. Menumis dilakukan sebentar sambil terus diaduk-aduk.

5. Mendinginkan (chilling) ialah membiarkan makanan untuk sementara waktu di dalam lemari pendingin sampai tercapai suhu dingin yang diinginkan. Mendinginkan dapat pula dilakukan dengan potongan-potongan es batu atau air es.

6. Mengentalkan (thicken) ialah menambahkan bahan-bahan pengental pada zat cair. Bahan-bahan yang dapat digunakan ialah pati, telur dan gelatin atau agar-agar. Tepung kentang dan maizena lebih besar daya kentalnya daripada bahan pental lain.

7. Menghidangkan (serving) ialah cara menghidangkan makanan yang telah matang.

Nah itulah 7 Teknik Pengolahan Makanan Internasional dan Penjelasannya. Selain ketujih teknik tersebut masih banyak lagi tekni-teknik lainnya, seperti teknik menggelasir, memfilir, menjernihkan, membuat kaldu, memblansir, membardir, memanir, membakar, mengepan, memanggang, dan menyemur.