Tuliskan Urutan-Urutan Peristiwa Cerita Bunga Paling Berharga

Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita Bunga Paling Berharga, pembahasan kunci jawaban tema 8 kelas 5 halaman 40 sampai 41 tepatnya pada materi pembelajaran 5 subtema 1 Manusia dan Lingkungan di buku tematik siswa sekolah dasar.

Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita Bunga Paling Berharga

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal tulislah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita di buku tematik.

Ayo Membaca

Bunga Paling Berharga

Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan. Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.

Suatu hari, sebelum berakhirnya pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis. Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah. Indah sekali.

“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.

“Saya mau menuliskan catatan harian di buku ini,” kata Nola.

“Saya mau menggambar wajah setiap orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.

“Saya mau membuat herbarium,” kata Makale.

Bu Mala memandang Makale dengan penuh keheranan mendengar ucapan Makale.

“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu Mala kepada Makale.

“Ya. Seorang pelancong pernah menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab Makakale.

“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.

Makale menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Atau bunga…”

“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya teman-teman Makale. Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.

“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.

Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.

Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.

Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.

Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.

“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”

Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Kunci Jawaban Tema 8 Kelas 5 Halaman 40 sampai 41

Kamu telah membaca cerita “Bunga Paling Berharga”.

2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita Bunga Paling Berharga

Jawaban : Urutannya yaitu,

– Makale tinggal di sebuah desa yang selalu kekeringan.
– Bu Mala memberi tugas dengan memberi seluruh siswa masing-masing sebuah buku tulis.
– Nola ingin menulis catatan harian, Wendi ingin menggambar wajah setiap orang yang ditemui, dan Makale ingin membuat herbarium.
– Makale ingin membuat herbarium karena seorang pelancong menunjukkan buku herbarium yang sangat indah.
– Bu Mala heran mendengar Makale ingin membuat herbarium.
– Bu Mala memberitahu Makale bahwa untuk membuat herbarium membutuhkan banyak daun.
– Teman-teman Makale menanyakan di mana tempat Makale mendapatkan bunga.
– Makale yakin akan mendaptkan bunga walaupun daerahnya jarang ada tumbuhan.
– Waktu terus berlalu, buku Makale masih kosong.
– Pada suatu hari daerah Makale turun hujan yang sangat deras, sehingga tumbuhan dan bunga memenuhi petak kebun.
– Makale memetik sekuntum bunga merah kemudian menempelkannya di dalam buku.
– Hari berikutnya bunga-bunga di kebun telah layu karena terbakar matahari.
– Makale gembira karena sudah membuat herbarium dan dan menunjukkannya kepada bu Mala.
– Bu Mala membuka buku tulis merah milik Makale yang berisi satu bunga di dalamnya.
– Bunga tersebut merupakan bunga paling berharga karena hanya mekar sehari dalam setahun.

3. Tulislah kembali cerita tersebut dengan bahasamu sendiri. Tuliskan dengan ejaan yang benar.

Jawaban : Makale tinggal di desa yang selalu kekeringan sehingga tidak banyak tumbuhan. Suatu hari, bu Mala memberi tugas kepada semua siswa dengan memberi sebuah buku kepada masing-masing siswa. Siswa sudah mempunyai rencana masing-masing dengan tugas tersebut. Bu Mala heran ketika mengetahui rencana tugas yang akan dilakukan Makale, yaitu membuat herbarium. Bu Mala dan teman-teman Makale heran bagaimana Makale nantinya dalam membuat herbarium. Makale tetap optimis bisa membuat herbarium. Pada suatu hari daerah Makale turun hujan deras, sehingga benih tumbuhan dan bunga-bunga bermunculan memenuhi petak kebun. Makale sangat gembira melihat keadaan tersebut dan memetik sebuah bunga kemudian menempelkannya dalam buku. Makale gembira karena berhasil membuat herbarium dan menunjukkannya kepada Bu Mala. Bunga tersebut merupakan bunga paling berharga karena hanya mekar sehari dalam setahun.

Demikian pembahasan kunci jawaban soal tema 8 kelas 5 SD halaman 40 sampai 41 secara lengkap. Kerjakan juga soal lain pada pembelajaran 5 subtema 1 Manusia dan Lingkungan di buku tematik siswa. Semoga bermanfaat! Lihat soal lainnya di kolom pencarian: Pembelajaran 6 Subtema 1