Siapakah yang Sering Bangun Pagi dalam Dongeng Kiki dan Kiku

Siapakah yang sering bangun pagi dalam dongeng kiki dan kiku? Siapakah yang malas bangun pagi? Pembahasan kunci jawaban tema 7 kelas 2 halaman 75. Tepatnya pada materi pembelajaran 2 subtema 2 Kebersamaan di Sekolah pada buku tematik siswa kurikulum 2013 revisi 2017.

Pembahasan kali ini merupakan lanjutan tugas sebelumnya, di mana kalian telah mengerjakan soal tentang kelompokkan teman-temanmu berdasarkan jenis kelamin. Sudah mengerjakannya kan? Jika belum, silahkan buka link tersebut!

Siapakah yang Sering Bangun Pagi dalam Dongeng Kiki dan Kiku

Setelah melakukan kegiatan olahraga, Siti dan teman-temannya membaca dongeng di buku mereka.

Kiki dan Kiku

Ada dua ekor burung kecil yang tinggal di dahan pohon. Mereka bernama Kiki dan Kiku. Kedua burung itu bersahabat, tetapi tabiat mereka berbeda. Kiki selalu bangun pagi sebelum matahari terbit. Ia berolahraga di dahan-dahan pohon, meloncat dari dahan ke dahan, terbang mengelilingi pohon-pohon dan menyanyi. Kiki paling senang bila ia dapat melihat matahari terbit.

“Selamat pagi, Matahari yang baik,” sapa Kiki ramah. “Selamat pagi juga, Kiki! Ho ho ho, pagi ini lagi-lagi kau bangun lebih pagi dariku,” sahut Matahari.

Matahari dan Kiki hampir setiap hari mengobrol. Kalau Kiki rajin bangun pagi, Kiku sebaliknya. Ia tak pernah bangun kalau matahari belum berada di atas pucuk pohon. Karena tidur terlalu lama dan jarang berolahraga, Kiku sering sakit. Kiki jengkel dengan kemalasan Kiku. Karena ia tak bisa membereskan tempat tidurnya pada pagi hari.

Kiki mencari akal agar Kiku tidak malas bangun pagi lagi. “Kiku, pernahkah engkau makan cacing?” tanya Kiki pada suatu hari.

“Belum, bagaimana rasanya?” Kiku merasa tertarik. “Belum pernah makan cacing?

Kalau begitu, jangan sebut dirimu burung. Setiap burung sejati pasti pernah makan cacing setiap pagi,” kata Kiki sambil menepuk dada. “Kalau begitu aku akan mencari cacing,” kata Kiku penasaran.

“Kau akan cari cacing di mana?” ejek Kiki. “Aku? Aku tidak tahu,” sahut Kiku malu.

“Aku mau memberitahu. Asal kau mau bangun pagipagi besok,” ujar Kiki. “Baiklah!” kata Kiku.

Esok harinya, seperti biasa Kiki bangun sebelum matahari terbit. Ia bersusah payah membangunkan Kiku. Karena Kiku masih mengantuk, Kiku sering menutup matanya.

“Lihat, Kiku! Bu Ayam sedang mengaisngais tanah. Cacingnya banyak sekali! Tidakkah engkau ingin memakannya?” tanya Kiki. Seketika itu Kiku yang berjalan sambil terkantuk-kantuk, membuka matanya.

Petok… petook! Ayo, Kiki, ajak temanmu sarapan bersama,” ajak Bu Ayam. Mereka pun sarapan pagi dengan gembira. “Kiki, aku sudah makan cacing. Jadi aku adalah burung sejati,” kata Kiku.

“Tapi burung sejati pun selalu bangun sebelum matahari terbit,” kata Kiki. “Aku akan membiasakan bangun pagi mulai sekarang. Karena ternyata bangun pagi itu menyenangkan. Aku merasa badanku sangat sehat,” kata Kiku.

“Mulai sekarang kita bisa berolahraga pagi,” kata Kiki. “Tentu!”

“Kalau begitu mari kita terbang. Satu, dua, tiga!” seru Kiki. Kedua burung itu melesat ke udara. Mereka terbang dengan riang di antara dahan-dahan pohon.

Ayo Membaca

Bacalah teks di atas dengan lafal dan intonasi yang jelas!

Ayo Berlatih

Berdasarkan dongeng di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Siapakah yang sering bangun pagi? Jawab: Kiki
2. Siapakah yang malas bangun pagi? Jawab: Kuku

Baca juga pembahasan soal nomo 3, 4, 5 dan 6 dibawah ini:

3. Apa yang dilakukan Kiki ketika bangun pagi?
4. Apa akibat dari tidak bangun pagi?
5. Sebutkan manfaat dari bangun pagi!
6. Bagaimana sikap Ayam terhadap Kiki dan Kiku dalam mencari makan?

Jawaban: buka DISINI.

Demikian pembahasan secara singkat kunci jawaban tema 7 kelas 2 SD dan MI di buku tematik siswa halaman 75 tentang Siapakah yang Sering Bangun Pagi dalam Dongeng Kiki dan Kiku. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kalian. Kerjakan juga soal lain pada materi pembelajaran 2 subtema 2 Kebersamaan di Sekolah. Terimakasih, selamat belajar!